Anda sudah selesai membaca sebuah karya tentang studi agraria? Tuliskan kembali ringkasan bacaan Anda dan kirimkan ke : studiagraria@gmail.com. Kami akan memuatnya di situs ini. Dan, mari kita membicarakannya.

Jumat, 05 Maret 2010

Peluncuran dan Diskusi Buku Gunawan Wiradi


Satu lagi buku Gunawan Wiradi (GWR) diluncurkan tanggal 4 Maret 2010 lalu di IPB. Judulnya: "Seluk-Beluk Masalah Agraria, Reforma Agraria, dan Penelitian Agraria" diterbitkan oleh STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional) dan Sajogyo Institute. Dua orang professor sekaligus memberikan kata pengantar. Mereka adalah Prof. Dr. Anton Lucas dan Prof. Dr. Bambang Purwanto.

Masih seperti beberapa bukunya yang lalu, pada dasarnya buku ini merupakan salah satu upaya mendokumentasikan karya-karya GWR yang terserak. Kali ini materi dasarnya adalah karya tulis GWR dari tahun 1981 hingga 2009. Hasilnya adalah buku dengan ketebalan 258 halaman. Menurut penyuntingnya, Mohammad Shohibuddin, dalam Pengantar Penyunting, apa yang ia kerjakan adalah "..menggabungkan/menyambungkan bagian tertentu dari satu tulisan dengan tulisan lain, menghilangkan pengulangan-pengulangan yang terjadi, membuat kalimat penghubung antar paragraf manakala diperlukan - sedemikian rupa sehingga menjadi susunan pembahasan yang runut dan terstruktur." (hal. xxix)

Peluncuran dan diskusi buku dilakukan di Ruang Sidang Senat Akademik, Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga. Pembicara dalam diskusi buku adalah Dr. Satyawan Sunito (dosen IPB) dan Gunawan dari IHCS (Indonesian Human Rights Committee for Social Justice).

Sunito berpendapat buku ini akan berguna bagi mereka yang ingin masuk dalam studi agraria karena dengan bahasa yang lugas dan enak dibaca - bahkan diselip humor di sana-sini - akan memudahkan pembaca untuk membaca cepat sekaligus mendapatkan ranah yang luas.

Sunito juga mengemukakan dua kritiknya yang, uniknya, langsung dia komentari sendiri. Pertama, adanya ketidakseimbangan kerincian pada masing-masing bab. Menurut Sunito ini adalah suatu hal yang sebenarnya tidak bisa dielakkan lagi karena bahan mentah buku berupa artikel yang beragam yang ditulis dengan motif beragam pula. Sunito menyebut bahwa dalam kondisi inipula penyunting harus bekerja. Kritik kedua adalah adanya penekanan yang terlalu besar terhadap permasalahan di daerah Jawa. Dan lagi-lagi Sunito memberikan komentar sendiri bahwa ini pun tak bisa dihindari karena memang pengalaman GWR mayoritas di Jawa.

Atas kritik Sunito ini GWR memberikan tanggapan. Pertama, adanya ketidakseimbangan pada bab dikarenakan beberapa hari menjelang naik cetak, GWR masih memberikan beberapa tambahan yang tentunya akan memberikan kesan berbeda dari yang semula sudah dikerjakan oleh penyunting.

Kedua, mengenai Jawa sentris itu memang sudah lama pula dirasakan selain oleh GWR. Ia mengaku sudah didesak oleh Prof Sajogya untuk segera menerbitkan buku mengenai permasalahan agraria di luar Jawa. Buku ini harapannya akan menjadi jilid dua dari buku berjudul "Dua Abad Penguasaan Tanah: Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari Masa ke Masa" yang disunting oleh S.M.P Tjondronegoro dan Gunawan Wiradi. Buku ini pertama kali terbit tahun 1984 dan dicetak ulang pada tahun 2008 dengan penambahan beberapa artikel. "Saat ini saya masih terus mengumpulkan materi untuk pembuatan buku itu," ujar GWR.

Sementara pembicara yang lain yaitu Gunawan, berpendapat bahwa hingga kini reforma agraria belum juga terwujud. Ia menduga penerbitan buku oleh STPN ini memiliki maksud agar kelak isi buku ini bisa masuk ke relung-relung kekuasaan dan melahirkan pejabat yang pro reforma agraria.

Secara fisik, tampilan sampul depan buku ini cukup menarik. Sayangnya terlalu menonjolkan gambar sehingga keterangan yang sifatnya informatif seolah terlampaui. Misalnya pemilihan font pada nama Gunawan Wiradi dan Moh. Shohibuddin seharusnya lebih besar ketimbang font para pemberi pengantar. Entah mengapa, logo penerbit juga nyaris tidak terlihat di sudut kiri dan kanan bawah.

O ya, kertas yang terlihat pada foto buku di atas berisi daftar ralat isi buku. Total ada 13 kekeliruan yang dicoba untuk diperbaiki. Namun, terlepas dari semua kekurangan fisik yang barangkali mengurangi kenyamanan membaca, buku ini tetaplah merupakan satu sumbangan penting yang tak boleh ditolak dalam studi agraria.

Nah, Anda ingin tahu lebih detilnya? Silakan cari dan baca bukunya kemudian segera kirimkan ikhtisarnya ke studiagraria@gmail.com. Dan, mari kita lanjutkan diskusi mengenai karya GWR di sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar